e-Kelurahan Pancoran Mas Kota Depok

Kecamatan Pancoranmas Kota Depok mengembangkan Kelurahan Elektronik (e-Kelurahan) untuk mengurus berbagai perizinan dengan sistem dalam jaringan (daring). Camat Pancoranmas Utang Wardaya mengatakan pengembangan sistem pelayanan e-Kelurahan, merupakan solusi keterbatasan aparat sipil negara dan mencegah pungutan liar.

“Pelayanan e-Kelurahan tetap berbasis standar operasional prosedur dan tupoksi kecamatan dan kelurahan,” Kecamatan sudah memiliki pola pelayanan satu pintu sejak 2013, dan sekarang sedang mengembangkan sistem daring (online).

Sistem itu bisa memproses seluruh perizinan di kelurahan. Di antaranya surat domisili usaha, izin tinggal, surat pindah, dan surat keterangan tanda miskin. Warga tinggal datang dan memasukkan data di kelurahan. “Semua berkas warga akan dipindai.” Dengan sistem e-Kelurahan, proses perizinan di kelurahan bisa langsung terhubung ke kecamatan.

Sistem e-Kelurahan diharapkan bisa mencegah pungutan liar.

“Kalau sudah lengkap syaratnya, kami bisa setujui hanya melalui ponsel,” ujar Utang.

Sistem e-Kelurahan masih terus dikembangkan. Diharapkan, kelak warga tidak perlu lagi datang ke kantor kelurahan untuk mengurus izin apapun. “Cukup isi di rumah saja.”

Lurah Rangkapan Jaya Baru Budi Muhammad, menanggapi positif program ini. Menurut dia, e-Kelurahan memudahkan warga dan pegawai dalam memroses berkas dan perizinan secara daring. “Memang perlu dikembangkan kalau bisa warga tidak perlu ke kantor,”

Di Kecamatan Pancoranmas ada enam kelurahan yang menggunakan e-Kelurahan, yakni Kelurahan Pancoranmas, Depok, Depok Jaya, Rangkapan Jaya, Rangkapan Jaya Baru dan Mampang. Kecamatan Pancoranmas, kata dia, menjadi satu-satunya dari 11 kecamatan di Depok, yang membangun sistem ini. E-Kelurahan telah diuji coba sejak dua bulan lalu. “Tapi, baru sekarang diluncurkan,” kata Utang.

Sistem e-Kelurahan ini diciptakan atas kerja sama pihak kecamatan dan Telkom. Ia berharap sistem ini bisa terus dikembangkan sehubungan dengan rencana Kota Depok yang ingin mengembangkan e-Government. Konsep ini sudah dikembangkan Bandung. “Depok mengikutinya karena cukup baik.”